Yogyakarta, 18 Juli 2025 – PT Surveyor Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar ekonomi nasional melalui pelaksanaan pelatihan intensif bertajuk “Fundamental Bisnis untuk UMKM Naik Kelas 2025.” Acara yang berlangsung satu hari penuh pada Jumat, 18 Juli 2025, di Ruang Sidomukti MMUGM Hotel & Convention, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini dihadiri oleh 50 mitra binaan UMKM dari wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelatihan yang diselenggarakan bersama Sukri Foundation merupakan solusi atas tantangan yang kerap dihadapi UMKM, seperti keterbatasan manajemen bisnis, pemasaran digital, literasi keuangan, dan aspek legalitas usaha. Kegiatan ini bertujuan utama untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku UMKM agar dapat mengelola bisnis secara profesional dan memiliki mindset yang berorientasi pada pertumbuhan (growth-oriented).
Fokus Materi Komprehensif
Direktur Sumber Daya Manusia PT Surveyor Indonesia, Ibu Lussy Ariani Seba, secara resmi membuka acara ini. Pelatihan ini menghadirkan serangkaian materi penting yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya, antara lain:
-
Mindset Pengusaha Sukses dan Scale Up oleh Afrig Wasiso, Founder Aksoro Business School.
-
Literasi Keuangan Usaha oleh Iqbal Anugrah Surya dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yogyakarta.
-
Sosialisasi krusial mengenai NIB, PIRT & Sertifikasi Halal oleh Anggraeni Wulansari, Auditor Sertifikasi Halal PT Surveyor Indonesia.
-
Pengenalan Dasar tentang Merek dan Brand Identity oleh Ainur Rofiq, Branding Expert.
-
Keterampilan Digital Marketing dasar melalui Pengenalan WhatsApp Business oleh Lukman Rosadi, Praktisi Digital Marketing.
Business Clinic: Pendampingan Tepat Sasaran
Sebanyak 7 peserta dari kategori UMKM kelas 2 dan kelas 3 yang terdeteksi melalui aplikasi NAKSIR mendapatkan sesi khusus Business Clinic yang dipandu oleh Haris Aji Hogantoro, Business Development Specialist. Sesi ini dirancang untuk mendeteksi permasalahan spesifik usaha dan merumuskan proses pendampingan yang diharapkan dapat mempercepat akselerasi pertumbuhan bisnis mereka.
Ibu Carolinda Adela, Kepala Unit TJSL PT. Surveyor Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan, “Pelatihan ini adalah wujud nyata kontribusi kami terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung Ekonomi Inklusif (SDG 8) dan Pendidikan Berkualitas (SDG 4). Kami berharap UMKM mitra binaan kami tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu menciptakan multiplier effect berupa penciptaan lapangan kerja baru dan membangun praktik bisnis yang berkelanjutan.”
Kontribusi terhadap Pembangunan Berkelanjutan
Program ini secara langsung berkontribusi pada beberapa poin SDGs, yaitu:
-
SDG 1 (Tanpa Kemiskinan): Melalui peningkatan pendapatan dan pengelolaan usaha.
-
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Melalui transfer pengetahuan dan pembelajaran berkelanjutan.
-
SDG 5 (Kesetaraan Gender): Dengan memberikan akses yang sama bagi pelaku UMKM perempuan.
-
SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Dengan mendorong daya saing, penciptaan lapangan kerja, dan formalisasi usaha.
-
SDG 9 (Industri, Inovasi, & Infrastruktur): Melalui adopsi teknologi dan standardisasi produk.
-
SDG 12 (Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab): Melalui sertifikasi dan praktik produksi yang bertanggung jawab.
-
SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melalui kolaborasi multi-stakeholder antara BUMN, OJK, dan pakar swasta.
Pelatihan “Fundamental Bisnis untuk UMKM Naik Kelas 2025” diharapkan dapat menciptakan UMKM yang tangguh, legal, berdaya saing, dan adaptif terhadap tantangan era digital, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Jawa Tengah dan DIY.


















